Samurai

Sejarah Samurai

Konon katanya bahwa Samurai pertama kali muncul di Zaman Heian (794-1185). Samurai awalnya berarti “saburafu” dalam bahasa Jepang, yang bisa berarti pelayan bagi orang-orang yang memiliki kedudukan sosial tinggi. Seperti halnya makna dari kata itu, Samurai melakukan tugas melayani orang-orang kaya dan menjaga rumah-rumah mewah mereka.

Mengenai kostum dan perlengkapan Samurai

Gaya rambut khas dari Samurai di antaranya rambut panjang yang diikat berbentuk ekor kuda yang disebut Souhatsu, atau rambut yang terurai dari dahi sampai ke bagian tulang parietal yang dicukur berbentuk bulan separuh dan sisi lainnya diikat ke dalam bentuk jambul yang disebut Chonmage, dan sebagainya. Samurai mengenakan banyak jenis pakaian dan diperlengkapi dengan pedang panjang yang disebut Nihontou (pedang Jepang). Ciri khas dari pedang Jepang adalah pedang itu memiliki satu sisi mata pedang dan melengkung, dan konon katanya digunakan bukan untuk menusuk tapi untuk menebas musuh.

Selain itu, di masa perang, Samurai memakai perhiasan untuk menunjukkan keberadaan dan keterkaitannya, helm untuk melindungi kepala, pakaian pelindung yang terbuat dari kulit, besi dan kayu yang disebut baju zirah (Kachuu). Sekarang ini, semua orang bisa melihat perlengkapan Samurai di museum dan galeri seni, dan lain-lain. Oleh karena itu, jika tertarik dengan hal-hal berbau Samurai, tentu sebaiknya Anda berkunjung ke sana. Di samping itu, siapa pun bisa menyewa dan mengenakan kostum Samurai, jadi jangan lupa untuk memanfaatkan peluang untuk menjadi Samurai ini.

Semangat Samurai

Berbicara tentang Samurai, semangat Bushido adalah ciri khas yang tak terpisahkan dari diri mereka. Banyak Samurai yang menganggap Bushido sebagai landasan nilai dan senantiasa terus melatih diri hari demi hari. Mustahil menggambarkan prinsip-prinsip Bushido dengan satu istilah. Di antara mereka, pengabdian sangatlah penting bagi banyak Samurai. Pengabdian bermakna pelayanan kesetiaan terhadap majikan. Samurai yang gagal melaksanakan tugasnya akan melakukan Seppuku, yaitu bunuh diri dengan cara menusuk dan membelah perut mereka sendiri. Konon katanya bahwa berbuat demikian menjadi landasan dari dunia kejiwaan mereka.