Diposting oleh: Japan Hoppers編集部 ユジン(Yoojin) 03 Oct 2017

Pelajari tentang ekosistem Hokkaido sambil menunggang kuda di hutan nasional.

Pelajari tentang ekosistem Hokkaido sambil menunggang kuda di hutan nasional. © yoojin

Kota Shibecha terutama merupakan kota peternakan sapi perah yang terletak di Hokkaido Timur. Ini adalah dataran luas yang mengingatkan pada padang rumput Mongolia dan tanah datar serta luas yang merupakan ciri khasnya. Pada fitur spesial ini kami memperkenalkan aktivitas menunggang kuda yang bisa diikuti di Sekolah Alam Howlin'Ks di kota Shibecha. Ini adalah kegiatan untuk belajar tentang ekosistem Hokkaido sambil menjelajahi hutan nasional dengan berkuda.

Naiklah ke kuda dan berangkat menuju hutan nasional

Jaraknya sekitar satu jam dengan taksi dari Bandara Nemuro Nakashibetsu. Kami bisa segera melihat Sekolah Alam Howlin'Ks yang berada di padang rumput Shibecha.

Sewaktu saya tiba, kuda-kuda yang akan saya tunggangi untuk acara trekking hari ini berjejer menyambut saya. Di Hokkaido, kuda-kuda utama adalah kuda-kuda asli yang disebut "dosanko" yang berasal dari Mongolia namun kuda-kuda di sini berasal dari ras campuran seperti kuda balap dan poni yang berasal dari Barat. Menurut Pak Kuwahara, instrukturnya, ciri khas mereka adalah tubuhnya yang lebih pendek dari pada kuda ras murni dan tidak mudah takut.

Sebelum masuk ke hutan, persiapkan dulu kuda dan pelajaran berkudanya

Sebelum naik ke punggung kuda, ada hal penting yang harus dilakukan. Kuda harus dilengkapi peralatan. Disini kami mempersiapkan kuda dengan memasang pelana, tali kekang, dan sebagainya pada kuda yang akan kami tunggangi. Seperti yang diajarkan Pak Kuwahara, Anda memasang pelana, mengepaskan sarungan kepala dan memasukkan besi ke mulut kuda. Jika Anda terlalu lamban, kuda akan cemas tetapi jika setiap langkah tidak dilakukan dengan hati-hati, mungkin akan terjadi kecelakaan, jadi intinya adalah lakukan dengan cepat namun hati-hati.

Saat kuda itu "berpakaian," kami lalu benar-benar naik ke atas kuda, memegang kendali, dan berlatih mengendalikan arah sambil mendorong ke kiri atau mengetuk ke kanan. Beri sinyal bila Anda ingin berhenti, tarik kendali di depan untuk mengerem dan bila Anda ingin maju, tepuk perut kuda perlahan dengan tumit Anda.

Saat semua sudah siap, berangkatlah kami menuju ke hutan

Begitu teknik dasar sudah dikuasai, akhirnya tibalah saatnya untuk berangkat ke hutan. Kami akan berjalan santai di jalan lurus yang membentang di depan. Saya senang mengenal kuda itu sambil berlatih mengetuk perut kuda dan berlari kencang.

Setelah berjalan di jalan umum sekitar 30 menit, kami sampai di pintu masuk hutan nasional. Saya membayangkan berjalan di jalur tanpa jalan, tapi ternyata jalan hutan sudah diatur sehingga mobil bisa lewat.

Angin berhenti di hutan dan suasana terasa tenang. Kuda juga sedikit gugup. Ini sudah diperkirakan karena hutan ini juga merupakan habitat satwa liar seperti rusa, beruang, burung hantu, dan lain-lain.

Saya bertanya kepada Pak Kuwahara tentang ekosistem Hokkaido

Pak Kuwahara, yang berasal dari prefektur Nagano, bermimpi untuk hidup di tengah-tengah hewan, mempelajari pengelolaan satwa liar di Alaska State University, dan memulai Sekolah Alam Howlin'Ks pada tahun 1998 dengan konsep "memikirkan alam melalui mata serigala."

Karena adanya kemungkinan menyerang ternak dan manusia, dengan berkembangnya tanah di Era Meiji, serigala-serigala ezo yang pernah hidup di Hokkaido dipindahkan oleh orang-orang, lalu punah. Menurut Pak Kuwahara, dalam ekosistem hutan Hokkaido sekarang ini, karena tidak ada serigala di puncak rantai makanan, malah timbul banyak masalah. Kemudian, ini juga berimbas pada aktivitas manusia. Misalnya, pengaruh rusa ezo pada industri pertanian, kehutanan, dan perikanan. Menurut sebuah survei yang diadakan tahun 2016 di Hokkaido, dilaporkan terjadi kerusakan sebesar 4.250 juta yen.

Baru-baru ini, ada kabar burung yang menyebutkan bahwa serigala akan dimasukkan kembali ke Yellow Stone National Park di Amerika namun di Jepang, orang-orang keberatan karena serigala bisa menyerang orang sehingga binatang buas itu belum dimasukkan kembali. Pertama-tama, mungkin kita perlu memperoleh dulu pengetahuan yang akurat tentang serigala dan ekosistem. Di hutan yang sunyi ini, selalu dikenang tentang keberadaan para perintis era Meiji yang melanjutkan budidaya tanah dengan kuda, serta munculnya serigala yang pernah ada di sini.

Kami kembali lagi ke padang rumput itu dan berterima kasih pada kuda-kuda yang kami tunggangi.

Saat keluar dari hutan, kami tiba di padang rumput dan angin sepoi-sepoi kembali menerpa. Sekitar 1 jam 30 menit kami berkuda sejak berangkat dari kelas alam lalu kembali, tapi karena saya seorang pemula dalam hal menunggang kuda, akhirnya sulit untuk melepaskan kuda itu. Setelah kembali ke tempat tersebut, melepaskan pelana dari kuda dan melepaskannya, kami bisa melihat kuda-kuda yang sedang bermain di lumpur atau meminum air.

Ketika kuda-kuda itu sudah tenang, kami bisa mengelus-elus mereka dan membiarkan mereka makan rumput.

Di Sekolah Alam Howlin'Ks, kami tidak hanya bisa berinteraksi dengan kuda dengan mempersiapkannya untuk perjalanan dan memberi makan rumput, tetapi kami pun dapat belajar tentang ekosistem hutan Hokkaido, jadi hal itu disarankan. Jika Anda tertarik untuk menunggang kuda di hutan dan ekosistem Hokkaido, pastikan untuk berkunjung!

Tentang Sekolah Alam Howlin'Ks

Diperlukan pemesanan di awal untuk kegiatan berkuda dan akomodasi. Silakan ajukan pertanyaan langsung ke kontak yang tercantum di bawah ini.

Alamat: Hokkaido, Kawakami District, Shibecha-cho, Nijibetsugenya 672-4
Telepon: 090-2077-4688
Situs Web: http://www.howlin-ks.co.jp/
Email: nature☆howlin-ks.co.jp(please replace ☆ with @)
Akses dari Bandara Nakashibetsu: 1 hour by taxi from the airport. For taxi, we recommend Nitto Hire (0153-72-3231).



Japan Hoppers編集部 ユジン / Yoojin

Japan Hoppers編集部 ユジン / Yoojin

Hi I'm Yoojin. I'll let you know how to enjoy and survive in Japan :P I hope it will be helpful for your travel.
안녕하세요! JH기자의 유진이에요. JH를 많이많이 이용해주세요!!


Label