Diposting oleh: Japan Hoppers編集部 ユジン(Yoojin) 16 Jan 2017

Mengapa Asakusa menarik wisatawan dari seluruh dunia

Mengapa Asakusa menarik wisatawan dari seluruh dunia © yoojin

Selamat tahun baru! Di Jepang, umumnya orang-orang berkunjung ke kuil atau wihara untuk menyatakan harapan tahun baru. Hal ini disebut “Hatsumode.” Yah, saya harus mengakui bahwa meski mendatangi Wihara Kawasaki-daishi untuk melakukan Hatsumode pada hari ketiga, saya dan anjing saya merasa kewalahan dengan banyaknya orang yang ada sehingga kami pun menyerah dan membatalkan niat kami.

Sebagaimana yang diumumkan oleh Organisasi Pariwisata Nasional Jepang (OPNJ) baru-baru ini, jumlah Kunjungan Warga Negara Asing ke Jepang tahun 2016 telah mencapai 240 juta! Karena berada di Tokyo, kota dengan pengunjung terbanyak di Jepang, hampir tidak mungkin kami tidak bertemu dengan wisatawan asing saat berjalan-jalan di sekitar kota. Di Tokyo, Asakusa merupakan salah satu daerah yang wajib dikunjungi. Mari berjalan-jalan dan cari tahu mengapa Asakusa menarik begitu banyak orang.

Ini pemandangan dari observatorium Pusat Budaya dan Wisata Asakusa, yang dibuka kembali pada tahun 2012. Anda dapat melihat keseluruhan Asakusa dari sini, termasuk simbol-simbol Asakusa seperti Gerbang Kaminarion Asakusa dan Wiraha Senso-ji. Anda juga dapat melihat Tokyo Sky Tree dari sini.

Di tempat ini Anda dapat memperoleh informasi wisata dalam bahasa Inggris, Mandarin, dan Korea, dan karenanya tempat ini merupakan titik bagus untuk memulai berjalan-jalan di daerah ini terutama jika ini adalah kali pertama Anda berkunjung. Selain itu, Anda dapat memanfaatkan fasilitas wifi gratis serta penukaran uang. Setelah memiliki gambaran tentang daerah ini, mari mulai jelajahi kotanya.

Gerbang Kaminarimon tampak lebih bagus saat dilihat dari dekat dibandingkan dari kejauhan di atas, karena kesibukan yang berlangsung di sekitarnya! Menakjubkan melihat orang-orang dari berbagai belahan dunia berkumpul di bawah lentera chochin raksasa ini.

Jalan Asakusa Nakamise-dori merupakan jalur menuju Wihara Senso-ji, yang dipenuhi dengan berbagai toko cendera mata. Anda dapat menemukan banyak cendera mata unik seperti payung yang berbentuk pedang, shriken (belati lempar) yang terbuat dari karet, kaus dengan sablon huruf Kanji, dll.

Di antara benda-benda yang ada, topeng Jepang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Gambar di bawah ini disebut topeng Okame, yang digunakan dalam berbagai seni pertunjukan tradisional Jepang.

Agak mengejutkan mengetahui bahwa topeng-topeng ini begitu mencuri perhatian, tetapi saya menyadari bahwa benda yang “sangat Jepang” ini merupakan sesuatu yang baru dan berbeda bagi mereka.

Saat Anda tiba di Jalan Asakusa Nakamise-dori, bersama dengan aroma dupa, Wihara Senso-ji muncul di hadapan Anda. Banyak wisatawan asing berkumpul di sini untuk mendapatkan Omikuji, kertas ramalan Jepang.

Pada keras tersebut terdapat penjelasan berbahasa Inggris yang memudahkan wisatawan asing memahami maknanya. Upaya yang dilakukan dalam menyambut wisatawan dari seluruh dunia ini mungkin merupakan salah satu rahasia daya tarik Asakusa.

Setelah selesai membaca kertas ramalan saya sendiri, saya melihat pasangan yang kesulitan mendapatkan Omikuji. Untuk mendapatkan Omikuji di Wihara Senso-ji, pertama-tama Anda harus mengocok tabung perak hingga mendapatkan sebuah batang kayu dari lubang yang terdapat di atas tabung. Pada batang kayu tersebut, Anda akan melihat angka dalam tulisan Kanji, dan kemudian Anda akan mengambil kertas ramalan dari rak yang sesuai dengan angka tersebut. Pasangan yang saya lihat ini kesulitan menemukan rak mereka karena angkanya yang hanya tertulis dalam huruf Kanji.

Saya akhirnya membantu mereka mendapatkan kertas tersebut. Salah satu dari mereka mendapatkan Daikichi (大吉, Keberuntungan Besar), dan yang lainnya mendapatkan Kyo (凶, Kutukan). Mereka tampak agak kecewa karena mendapatkan kertas Omikuji Kyo, tetapi kertas tersebut bertuliskan;

“Jika Anda menarik Daikichi(大吉), berhati-hatilah dan jangan bersikap sombong, karena kesombongan dapat membawa Kutukan (凶). Dan jika Anda menarik Kutukan (凶), Anda akan mendapatkan keberuntungan jika Anda hidup dengan jujur.”

Meski bagian ini tidak diterjemahkan, Omikuji mengatakan bahwa nasib kita bergantung pada sikap kita sehari-hari.

Menuju lorong belakang Asakusa

Saat sedang berjalan menyusuri lorong belakang Asakusa, saya melihat banyak toko dan restoran yang tutup. Saat itu adalah Rabu siang, dan merupakan waktu yang tepat untuk tutup karena tempat-tempat seperti Asakusa tidak dapat tutup pada akhir pekan yang sibuk. Jika Anda berencana mengunjungi Asakusa pada hari kerja, saya sarankan Anda untuk mencari tahu jam operasional tempat-tempat tersebut sebelumnya.

Di lorong belakang ini, saya menemukan warung-warung kopi dan toko kelontong lokal, bioskop tua, dan restoran Izakaya. Selain itu ada pula pemandian umum tempat warga setempat berkumpul. Meski hanya berjarak dua blok dari pusat Asakusa, di sini Anda dapat merasakan kehidupan nyata warganya. Saya melihat beberapa wisatawan berjalan-jalan di sekitar lorong ini. Mereka tampak tertarik dengan suasananya. Saya menyadari bahwa Asakusa tidak melulu tentang wihara dan toko cendera mata.

Mengapa Asakusa menarik begitu banyak orang?

Asakusa merupakan tempat Anda dapat dengan mudah merasakan dan menikmati budaya Jepang, tidak peduli Anda orang Jepang asli atau sekadar wisatawan asing. Hal inilah yang menyebabkan Asakusa menjadi tempat wisata yang populer selama ini.



Japan Hoppers編集部 ユジン / Yoojin

Japan Hoppers編集部 ユジン / Yoojin

Hi I'm Yoojin. I'll let you know how to enjoy and survive in Japan :P I hope it will be helpful for your travel.
안녕하세요! JH기자의 유진이에요. JH를 많이많이 이용해주세요!!


Label