Diposting oleh: Japan Hoppers編集部 ユジン(Yoojin) 15 Jun 2017

Catatan Harian Perjalanan Edisi Bakurocho ~ Torigoe di Tokyo

Catatan Harian Perjalanan Edisi Bakurocho ~ Torigoe di Tokyo © Hokutosei

Halo semuanya! Saya Yoojin dari bagian redaksi. Di Tokyo sebentar lagi akan mulai musim hujan. Ketika langit terus-menerus berawan, Anda akan merasa serba malas kecuali menikmati cuaca hujan di hari-hari berikutnya, Anda perlu menghadapi musim hujan dengan menyiapkan peralatan hujan favorit.

Kolom ini berisi Catatan Harian Perjalanan yang memperkenalkan pesona sebuah kota yang dapat Anda temukan saat berjalan-jalan. Titik mulainya berada di Stasiun JR Bakurocho. Dari sana, kita berjalan di sekitar kawasan perbelanjaan Torigoe, berjalan sekitar 3km ke Akihabara. Untuk informasi lebih lengkap tentang arah perjalanannya, silakan cek tautan ini. (Peta)

Train Hostel Hokutosei, yang meniru mobil “sleeper” pada kereta ekspres terbatas, di Tonyagai (daerah grosiran).

Keluar dari pintu tiket bawah tanah di Stasiun JR Bakurocho sampai ke pintu keluar di lantai dasar, di sebelah kiri, terdapat losmen yang disebut Train Hostel Hokutosei. Tempat ini baru dibuka pada bulan Desember 2016 dan merupakan penginapan yang menggunakan ruangan dalam dari mobil “sleeper” yang asli dari jalur kereta “Hokutosei” yang beroperasi dari Stasiun Ueno di Tokyo sampai Stasiun Sapporo di Hokkaido. Penggemar kereta api tidak akan merasa bosan dengan tempat ini di mana asrama dipenuhi dengan ranjang tingkat yang biasa digunakan di kereta dan bahkan lampu tempat tidur dan pintunya juga digunakan kembali.

Stasiun JR Asakusabashi, yang menghubungkan Asakusa, Ryogoku dan Akihabara,

Setelah Hokutosei, terlebih dahulu, berjalanlah menuju ke Asakusa. Di sepanjang jalan, banyak terdapat para pedagang grosir yang menjual barang kerajinan berbahan sutra dan kain, barang-barang aksesori, dan manik-manik. Sebagian toko juga menjual barang dalam jumlah sedikit, sehingga jika Anda mencari barang kerajinan, tentu sebaiknya Anda berjalan-jalan di sana.

Kemudian, setelah berjalan-jalan selama 10 menit, Anda akan sampai ke Sungai Kandagawa dan akan melihat Stasiun JR Asakusabashi. JIka Anda terus berjalan di sepanjang sungai itu, terdapat Asakusa, jika Anda naik ke hulu sungai, ada Akihabara, dan jika berjalan ke hilir, terdapat Ryogoku, karenanya Stasiun Asakusabashi terletak di pertengahan kawasan representatif yang populer di Taito Ward dan menjadi tempat tinggal yang nyaman.

Galeri seni jalan belakang

Memasuki jalan belakang untuk melihat titik peluncuran rumah perahu yang ditambatkan di Sungai Kandagawa, Anda akan menemukan galeri yang disebut MAKII MASARU FINE ARTS. Pada saat itu, Mela Marsh, seorang seniman asal Los Angeles. tengah mengadakan pameran tunggal di sana, jadi saya mampir untuk melihatnya. Ruang pameran di lantai satu galeri itu dihiasi dengan karya grafis berukuran besar dan kecil dengan motif arsitektur, yang sebagian di antaranya dibuat setelah insiden yang terjadi pada Boston Marathon, sementara sebagian lainnya memiliki tema laut Jepang dan lain-lain. Warna-warnanya terang dan menampilkan desain yang tampak disapu ke atas dan ke bawah.

Menurut direktur dari galeri ini, Inoue-san, yang juga bekerja sebagai ilustrator, banyak galeri di sekitar Stasiun Kuramae, stasiun di sebelahnya. Saya sangat tertarik tetapi kali ini, karena ada pusat belanja di dekat sana yang disebut “Okazu Yokocho” di mana Inoue-san sering berjalan untuk makan siang, saya memutuskan untuk menuju ke sana.

Aneka macam okazu (lauk pauk)? Kawasan perbelanjaan di tengah kota

Ketika saya beranjak dari Stasiun Asakusabashi dan tidak terlihat lagi adanya kereta, saya bisa melihat Kuil Torigoe. Kuil itu di sore hari pada hari biasa tampak sepi dan karena dedaunan menghalangi matahari, hawa terasa dingin dan nyaman.

Saat melewati kuil, saya bisa melihat pintu masuk ke Okazu Yokocho. Berhadapan dengan tempat itu, di sebelah kanannya, terdapat toko yang disebut Koshuya yang menjual mantel happi dan kaus kaki yang digunakan dalam festival-festival. Saya mendengar bahwa toko itu merupakan toko barang kering yang telah berdiri sejak Zaman Meiji. Pada periode ini, banyak barang yang dibutuhkan untuk festival raya yang diselenggarakan di Kuil Torigoe setiap tahun di bulang Juni. Ada beragam produk yang dijual untuk semua orang dari mulai anak-anak sampai orang dewasa, jadi saya merasa bahwa festival ini cukup besar.

Menurut Inoue-san yang saya temui di galeri itu, banyak karyawan yang tinggal di wilayah ini jadi kalau mereka membeli okazu (lauk pauk) dari pusat perbelanjaan itu, mereka tinggal menanak nasi untuk menyiapkan makanan yang mudah di rumah, sehingga wilayah itu tumbuh subur dan akhirnya disebut “Okazu Yokocho.”

Saya terkesan bahwa di pusat perbelanjaan ini, tidak ada jaringan toko sama sekali. Artinya bahwa, jika Anda mencari di seluruh Jepang, Anda hanya akan menemukan toko-toko tersebut di sini di Okazu Yokocho! Tidak terdapat banyak toko namun ada toko grosir sayuran, pasar ikan, kedai miso, dan toko-toko yang menjual lauk tsukudani (daging, ikan atau sayur-mayur yang direbus dengan kecap) jadi ada beraneka macam toko.

Ketika saya berbicara dengan seorang wanita yang duduk di depan pasar ikan, pembicaraan kami tentu beralih ke masalah festival. Dia mengulangi beberapa kali “festivalnya luar biasa”, sehingga saya merasa penasaran dan ketika saya mencari foto-fotonya ketika sampai ke rumah, saya menyadari bahwa memang festival tersebut luar biasa. Saya bisa melihat dari foto-foto itu bahwa jalanan di depan Kuil Torigoe dipadati oleh para pengangkut omikoshi (kuil yang bisa dipindah-pindah) yang penuh semangat dan antusiasme mereka menyaingi Festival Asakusa Sanja. Wisatawan belum tahu tentang festival itu? Festival tersebut diselenggarakan setiap bulan Juni sehingga jika Anda tertarik, silakan dicoba.

Jauh dari stasiun itu, kita bisa melihat kehidupan sehari-hari penduduk kota

Torigoe, dengan “Okazu Yokocho”-nya, di mana kami berjalan kali ini letaknya paling dekat ke Stasiun Okachimachi, Stasiun Ueno, Stasiun Akihabara, dan Stasiun Asakusabashi tetapi jaraknya sekitar satu kilometer dari masing-masing stasiun tersebut. Memandangi lokasinya sendiri, kita mungkin mengira wilayah itu kurang nyaman, tetapi sebenarnya wilayah itu menjadi tempat di mana kita bisa sangat merasakan suasana kehidupan masyarakat di pusat perbelanjaan lokal dan festival yang sangat disukai. Lain kali, saya juga ingin menjelajahi kawasan lokal untuk memperkenalkan wilayah lain yang juga menarik seperti Torigoe

Selain itu, kali ini, jarak yang saya tempuh mencapai sekitar 3 km tetapi saya lupa mencari tempat untuk singgah, jadi lain kali saya akan mencari tempat untuk beristirahat. Itu harapan saya!



Japan Hoppers編集部 ユジン / Yoojin

Japan Hoppers編集部 ユジン / Yoojin

Hi I'm Yoojin. I'll let you know how to enjoy and survive in Japan :P I hope it will be helpful for your travel.
안녕하세요! JH기자의 유진이에요. JH를 많이많이 이용해주세요!!


Label