Kuil Daikaku-ji

Kuil Daikaku-ji © Iry

Tentang Kuil Daikaku-ji

Kuil yang dibangun pada awal Zaman Heian (794-1185) ini, pada mulanya adalah kediaman pribadi Kaisar Saga; pada tahun 876, kuil ini kemudian menjadi kuil agung Daikakuji yang berfungsi sebagai pusat agama Buddha dari sekte Shingon. Hingga pertengahan abad ke-19, kaisar dan dan keluarga kerajaan berperan sebagai pemimpin keagamaan (pendeta kepala) di kuil ini. Selama Zaman Kamakura, Kaisar Saga, kaisar Kameyama, dan Kaisar Go-uda mengabdi di kuil ini, sehingga kuil ini kerap dijuluki sebagai Istana Kekaisaran Saga.

Di halaman kuil, terdapat aula upacara (Shishinden) dari sisa istana kerajaan serta aula utama (Shoshinden) yang digunakan oleh Kaisar Go-Uda dalam menjalankan tugas pemerintahan kuil, dan keduanya ditetapkan sebagai Kekayaan Budaya Penting Jepang. Di setiap bangunan ini terdapat lukisan-lukisan dinding yang sangat indah yang merupakan karya dari Sanraku Kano. Di shoshinden, pengunjung dapat melihat Sekkeisansuizu (lukisan lanskap daerah bersalju) yang dibuat oleh Watanabe Shiko.

Selain itu, di kuil ini terdapar Sutra Jantung yang ditulis oleh Kaisar Saga atas rekomendasi dari Kobo Daishi Kukai yang mengawali tradisi panjang kuil ini, yaitu para kaisar mengopi Sutra Jantung dengan tulisan tangan. Di bangunan utama Godaido, disimpan Fudomyo-o dan lima Raja Kebijaksanaan Agung. Kolam Osawa-no-ike di kuil ini dipercaya sebagai kolam tertua yang ada di Jepang.

Tempat Lahirnya Kesenian Ikebana

Kuil Daikaku-ji dikenal sebagai tempat dimulainya budaya merangkai bunga khas Jepang atau Ikebana. Selama Zaman Heian, Kaisar Saga membudidayakan bunga krisan di pulau di tengah danau, dan memetik lalu merangkai bunga-bunga tersebut di sebuah mangkuk. Inilah asal muasal dari kerajinan merangkai bunga khas Jepang. Pada musim semi, di kuil ini diadakan festival merangkai bunga dan di musim gugur, diadakan Saga Kiku-ten.

Kolam Osawa

Kolam berdiameter satu kilometer ini dibuat dengan meniru Danau Dongting yang ada di Tiongkok. Di sekitar kolam, terdapat sekitar 650 pohon sakura dan maple, dan di kolam ini sendiri, terdapat sekitar 3.000 tanaman lotus liar. Kolam ini memiliki dua pulau, Tenjin-shima dan Kikuga-shima, serta formasi bebatuan Taikoseki. Formasi pulau dan bebatuan ini adalah formasi yang digunakan sebagai model dasar dalam kegiatan merangkai bunga khas Saga (Saga Ikebana).

Pada musim gugur, ada perahu-perahu kecil yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan bulan dalam acara yang disebut Kangetsu-no-Yube; dalam acara ini Anda dapat menaiki kapal dengan dengan hiasan kepala naga atau unggas. Saat ini, kegiatan seperti upacara minum teh dan konser musik semakin sering diadakan di lingkungan kuil.

Akses

Gunakan kereta yang ada di JR Sagano Line dengan tujuan Stasiun Saga Arashiyama, lalu lanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 17 menit. Sekitar 23 menit jika jalan kaki dari Stasiun Arashiyama. Jika Anda berangkat dari Kyoto, silakan menggunakan Bus Kyoto atau bus kota, dengan lama perjalanan sekitar 1jam, dan turunlah di perhentian bus Daikaku-ji-mae. Di dekat lokasi perhentian bus terdapat Kuil Seiryo-ji yang juga dapat Anda kunjungi. Tersedia juga paket rencana wisata untuk Kuil Gio-ji dan Kuil Daikaku-ji dengan harga tiket yang lebih murah, seharga 600 yen dari tiket normal 800 yen. Lama waktu tempuh antara dua kuil ini sekitar 25 menit; tersedia peta informasi dengan empat bahasa.




Galeri foto: Kuil Daikaku-ji


Deskripsi: Kuil Daikaku-ji

Pemandangan Kuil Daikaku-ji (旧嵯峨御所 大覚寺門跡 / Daikaku-ji Temple)
Penilaian  
Alamat 京都府京都市右京区嵯峨大沢町4
4 Sagaōsawachō, Ukyō-ku, Kyōto-shi, Kyōto-fu
Telepon / fax Phone: 075-871-0071
Situs web
Lamanya 40Menit
Jam kerja Senin:09:00-17:00 (Pencatatan terakhir oleh: 16:30)
Selasa:09:00-17:00 (Pencatatan terakhir oleh: 16:30)
Rabu:09:00-17:00 (Pencatatan terakhir oleh: 16:30)
Kamis:09:00-17:00 (Pencatatan terakhir oleh: 16:30)
Jumat:09:00-17:00 (Pencatatan terakhir oleh: 16:30)
Sabtu:09:00-17:00 (Pencatatan terakhir oleh: 16:30)
Hari Minggu:09:00-17:00 (Pencatatan terakhir oleh: 16:30)
Biaya masuk Membayar tiket masuk: 500Mata Uang Jepang
Musim yang direkomendasikan
Musim Semi (Maret - Mei)
Musim Panas (Juni - Agustus) Musim Gugur (September - November) Musim Dingin (Desember - Februari
Target yang direkomendasikan Keluarga Pasangan Grup Bayi dan balita (usia 0-6) Anak anak (usia 7 - 17) Wisatawan tunggal


Peta: Kuil Daikaku-ji